Rabu, 23 Januari 2013

HAMA PENYAKIT IKAN KARANTINA DI SUMATERA UTARA

Penyakit Ikan- Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK) merupakan  penyakit yang berbahaya karena menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi sosial masyarakat.  Indonesia merupakan negara bahari yang memiliki sumberdaya perikanan yang sangat melimpah baik di perikanan laut (marine fishery) maupun perikanan darat (Fresh watwer fishery).  Sumberdaya yang melimpah ini tidak akan ada artinya apabila terseranghama  penyakit ikan karantina.


Sumatera Utara adalah salah satu propinsi di Indonesia yang memiliki potensi perikanan yang sangat luas. Kelebihan Sumatera Utara dibanding propinsi lainnya adalah dengan adanya danau terbesar kedua di dunia yaitu danau toba. Danau toba memilki potensi yang sangat tinggi terutama untuk budidaya perikanan air tawar.

Munculnya serangan hama penyakit ikan karantina dari golongan virus di sumatera utara sangat mengganggu stabilitas perekonomian para pembudidaya di Sumatera utara. Hama penyakit ikan karantina yang sudah ada di sumatera utara saat ini adalah dari golongan virus yaitu penyakit White spot syndrome virus (WSSV) yang menyerang pada budidaya udang windu (Penaeus monodon). Selain itu virus terbaru yang masuk ke sumatera utara adalah Koi herves virus yang menyerang ikan mas (Cyprinus carpio).

Koi Herves Virus merupakan penyakit Ikan yang melumpuhkan perikanan Sumatera Utara



Masuknya Koi Herves Virus ke Indonesia mula-mula diketahui ketika terjadi di Blitar Jawa timur pada tahun 2002, kemudian menyebar ke jawa barat, jawa tengah dan sampai di sumatera utara tahun 2005. Penyebaran Koi herves virus ke pulau sumatera melalui pelabuhan Bakauneni di lampung  melalui penjualan dan lalulintas ikan. Sebenarnya pemerintah telah mengeluarkan regulasi untuk mencegah masuknya koi herves virus ke pulau sumatera dengan cara menutup pintu-pintu pemasukan tiap bandara dan pelabuhan.  Namun tetap juga hal ini tidak dapat membendung masuknya virus ini.

Dengan masuknya penyakit ikan dari golongan virus ini ke sumatera utara akhirnya budidaya ikan mas terancam punah karena begitu menyerang maka dalam dua sampai tiga bulan semua pembudidaya ikan koleps karena  ikan mas mengalami kematian secara masal.

White spot syndrom virus (wssv) penyakit ikan berbahaya musuh perudangan nasional



Budidaya udang di sumatera utara mengalami kegagalan total di tahun 2004, pada saat itu merupakan puncak dari kegagalan produksi udang di sumatera utara. Hingga saat ini pengobatan untuk penyakit ikan karantina belum ditemkan, yang terpenting adalah menjaga kesehatan ikan saat budidaya


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar